Hari ini
begitu terasa menyebalkan . Apa mungkin hari ini adalah hari sialku ? Terlambat
plus aku lupa mengerjakan tugasku dan akhirnya akupun terkena hukum oleh guruku
. Aku harus membersihkan toilet , iuh itu hal yang aku benci . Aku harus
membersihkan toilet yang bau dan kotor . Oh my god , what bad day ever it is
!!! Untung saja bel tanda pulang mengakhiri segala kesialanku hari ini .
Rasanya aku ingin melangkahkan kakiku menuju tempat yang dapat menenangkan
kemelut pikiranku sekarang ini.
Aku
melangkahkan kakiku dari sekolah menuju sebuah taman yang tak jauh dari
sekolahku , saat ini adalah musim semi dan tentu saja pasti disana banyak bunga
sakura yang sedang bermekaran . Hobiku adalah membuat origami dan aku paling
suka membuat origami burung dan hati , karena pikiranku sedang kacau dengan
kesialan tadi pagi , aku pun melepaskan kekacauan itu dengan membuat origami
berbentuk burung sambil berjalan-jalan di jalan setapak yang pinggiran kanan
kirinya berderet pohon sakura yang begitu cantik . Hah... I am so relax , hal
ini membuat pikiran dan hatiku menjadi tenang .
Aku
melangkah semakin jauh , tiba-tiba ditengah perjalananku angin berhembus dengan
kencangnya hingga burung origamiku pun terbang lepas dari genggamanku . Kini
burung origamiku terbang laiyaknya burung sungguhan dan seketika burung itu
jatuh tepat dihadapan seorang pria yang berdiri menghadap pohon bunga sakura .
Bunga sakuran berguguran , menutupi pandanganku dari sosok pria itu . Tapi
kini, aku dapat melihat dengan jelas sosok pria itu , dia mengambil origamiku ,
dia tersenyum . Emh manis ... Aku pun tersenyum . Seketika ia menoleh ke arahku
untuk mencari siapa pemilik origami yang ia genggam kini , seketika itu pula
aku membalikan badanku dan berpura-pura tak terjadi apapun . Akupun menutup
wajahku dengan rambut panjangku dan berjalan menjauhi pria itu .
Jauh
sudah aku terpisah dengan pria tadi . Sekarang aku sedang duduk disebuah kursi
taman , ntah apa yang membuatku terus membayangkan senyuman pria tadi . Setiap
kali aku membayangkannya jantungku berdetak lebih cepat mungkin 100 kali lebih
cepat " dug ... dug... dug... dug... dug..." bunyi yang dapat aku
rasakan . Apakah aku telah terkena demam cinta ? Hah esok aku akan pergi ke
taman ini lagi untuk memastikan hal itu semua .
Dan esok
harinya aku pun berjalan menuju taman yang sama, melangkahkan kaki ke tempat
yang sama saat aku berjumpa dengan pria itu dan di waktu yang sama pula .
Beruntung ! Aku bertemu dengan pria itu lagi , ia tak melihatku tapi aku
melihatnya dan memandangnya dari jarak 200 m . Ia mengenakan seragam sekolahnya
dengan tas biru tua yang menempel dipunggungnya . Ia berjalan sambil memasukan
tangan ke saku celana seragamnya . Ntah mengapa, itu semakin membuatnya semakin
terlihat kren dimataku hehe ... Hah Ia semakin menjauh dariku , tanpa pikir
panjang aku pun mengikutinya .
Ia
menaiki bus , aku pun ikut menaiki bus . Ntah akan kemana bus ini membawa ku
dan dia , ku akan tetap mengikuti pria yang duduk bersebrangan denganku . Aku
duduk di sisi kanan sedangkan ia duduk di sisi kiri bus . Sepanjang perjalanan
ia melihat pemandangan dari kaca bus seperti film berjalan namun nyata . Aku
sesekali mencuri-curi pandangan padanya . Hah untung saja ia terpesona dengan
pemandangan sepanjang perjalanan hingga tak menyadari keberadaan ku yang
melihatnya . Tapi terbesit dihatiku , ingin rasanya ia melihatku untuk sekali
saja . Hahhhh ... -,- . Bus berhenti tepat di tempat perhentian . Ia
turun dari bus , begitu pula aku .
Ia
melangkahkan kakinya , aku pun melangkahkan kakiku mengikuti bekas jejak
bayangan langkahnya . Langkah ia terhenti di depan sebuah kedai es krim yang
berda dipinggir jalan , ia masuk kedalam kedai itu . Aku memandangi setiap
langkahnya dari kaca besar yang terpasang di kedai itu , ia memesan satu cone
es krim dan setelah ia mendapatkan pesanannya ia berjalan menuju kursi yang
dekat dengan kaca dimana aku memandangnya , dengan segera aku berlari dan masuk
kedalam kedai es krim , aku pun memesan hal yang sama dengan pria itu . Setelah
aku mendapatkan es krimku aku duduk di kursi belakang kursi pria itu . Tak lama
sebelum es krimku habis , pria itu berdiri dari kursinya dan pergi meninggalkan
kedai . Aku pun masih tetap mengikutinya , kemapun ia akan pergi aku akan tetap
mengikutinya . Ia melangkahkan kakinya menuju sebuah pantai , ia duduk di atas
benteng yang berfungsi untuk menahan ombak . Disana terdapat batu-batu besar
yang berfungsi untuk memecah ombak besar . Aku duduk pada jarak 100 m darinya .
Aku memandanginya sambil melipat origami berbentuk hati .
Aku melihat
seorang kakek nelayan terjatuh akibat ikan yang dibawanya terlalu berat
untuknya , pria itu pun melihatnya juga . Ia meninggalkan tasnya dimana ia
duduk tadi dan menolong kakek itu . Diam-diam selagi ia menolong kakek itu
aku menyimpan origami berbentuk hati yang tadi aku buat diatas tasnya ,
kemudian aku kembali ketempatku semula . Ia kembali dan melihat origami itu ,
ia mengambilnya dan membuka lipatan origami itu , aku menuliskan "200%
L.O.V.E". Hah jantungku berdegup kencang . Ia tersenyum dan menoleh ke
arahku , Oh my god what should i do ? Ia melambaikan tangannya kepadaku dengan
tersenyum manis dan mengatakan “Hai” , aku pun membelas senyumannya dengan
senyuman malu . Ia melangkahkan kakinya kearahku , aku menutup mataku karena
malu , tanpa aku sadari ada seorang gadis yang berjalan melewatiku , ketika aku
membuka mataku , ternyata pria itu telah menggenggam tangan gadis itu . It's
200% H.U.R.T.
Inspired by Akdong Musician - 200% MV