Kamis, 22 Mei 2014

200%

           
               Hari ini begitu terasa menyebalkan . Apa mungkin hari ini adalah hari sialku ? Terlambat plus aku lupa mengerjakan tugasku dan akhirnya akupun terkena hukum oleh guruku . Aku harus membersihkan toilet , iuh itu hal yang aku benci . Aku harus membersihkan toilet yang bau dan kotor . Oh my god , what bad day ever it is !!! Untung saja bel tanda pulang mengakhiri segala kesialanku hari ini . Rasanya aku ingin melangkahkan kakiku menuju tempat yang dapat menenangkan kemelut pikiranku sekarang ini.
Aku melangkahkan kakiku dari sekolah menuju sebuah taman yang tak jauh dari sekolahku , saat ini adalah musim semi dan tentu saja pasti disana banyak bunga sakura yang sedang bermekaran . Hobiku adalah membuat origami dan aku paling suka membuat origami burung dan hati , karena pikiranku sedang kacau dengan kesialan tadi pagi , aku pun melepaskan kekacauan itu dengan membuat origami berbentuk burung sambil berjalan-jalan di jalan setapak yang pinggiran kanan kirinya berderet pohon sakura yang begitu cantik . Hah... I am so relax , hal ini membuat pikiran dan hatiku menjadi tenang . 
            Aku melangkah semakin jauh , tiba-tiba ditengah perjalananku angin berhembus dengan kencangnya hingga burung origamiku pun terbang lepas dari genggamanku . Kini burung origamiku terbang laiyaknya burung sungguhan dan seketika burung itu jatuh tepat dihadapan seorang pria yang berdiri menghadap pohon bunga sakura . Bunga sakuran berguguran , menutupi pandanganku dari sosok pria itu . Tapi kini, aku dapat melihat dengan jelas sosok pria itu , dia mengambil origamiku , dia tersenyum . Emh manis ... Aku pun tersenyum . Seketika ia menoleh ke arahku untuk mencari siapa pemilik origami yang ia genggam kini , seketika itu pula aku membalikan badanku dan berpura-pura tak terjadi apapun . Akupun menutup wajahku dengan rambut panjangku dan berjalan menjauhi pria itu .
            Jauh sudah aku terpisah dengan pria tadi . Sekarang aku sedang duduk disebuah kursi taman , ntah apa yang membuatku terus membayangkan senyuman pria tadi . Setiap kali aku membayangkannya jantungku berdetak lebih cepat mungkin 100 kali lebih cepat " dug ... dug... dug... dug... dug..." bunyi yang dapat aku rasakan . Apakah aku telah terkena demam cinta ? Hah esok aku akan pergi ke taman ini lagi untuk memastikan hal itu semua .
            Dan esok harinya aku pun berjalan menuju taman yang sama, melangkahkan kaki ke tempat yang sama saat aku berjumpa dengan pria itu dan di waktu yang sama pula . Beruntung ! Aku bertemu dengan pria itu lagi , ia tak melihatku tapi aku melihatnya dan memandangnya dari jarak 200 m . Ia mengenakan seragam sekolahnya dengan tas biru tua yang menempel dipunggungnya . Ia berjalan sambil memasukan tangan ke saku celana seragamnya . Ntah mengapa, itu semakin membuatnya semakin terlihat kren dimataku hehe ... Hah Ia semakin menjauh dariku , tanpa pikir panjang aku pun mengikutinya .
            Ia menaiki bus , aku pun ikut menaiki bus . Ntah akan kemana bus ini membawa ku dan dia , ku akan tetap mengikuti pria yang duduk bersebrangan denganku . Aku duduk di sisi kanan sedangkan ia duduk di sisi kiri bus . Sepanjang perjalanan ia melihat pemandangan dari kaca bus seperti film berjalan namun nyata . Aku sesekali mencuri-curi pandangan padanya . Hah untung saja ia terpesona dengan pemandangan sepanjang perjalanan hingga tak menyadari keberadaan ku yang melihatnya . Tapi terbesit dihatiku , ingin rasanya ia melihatku untuk sekali saja . Hahhhh ... -,-  . Bus berhenti tepat di tempat perhentian . Ia turun dari bus , begitu pula aku . 
            Ia melangkahkan kakinya , aku pun melangkahkan kakiku mengikuti bekas jejak bayangan langkahnya . Langkah ia terhenti di depan sebuah kedai es krim yang berda dipinggir jalan , ia masuk kedalam kedai itu . Aku memandangi setiap langkahnya dari kaca besar yang terpasang di kedai itu , ia memesan satu cone es krim dan setelah ia mendapatkan pesanannya ia berjalan menuju kursi yang dekat dengan kaca dimana aku memandangnya , dengan segera aku berlari dan masuk kedalam kedai es krim , aku pun memesan hal yang sama dengan pria itu . Setelah aku mendapatkan es krimku aku duduk di kursi belakang kursi pria itu . Tak lama sebelum es krimku habis , pria itu berdiri dari kursinya dan pergi meninggalkan kedai . Aku pun masih tetap mengikutinya , kemapun ia akan pergi aku akan tetap mengikutinya . Ia melangkahkan kakinya menuju sebuah pantai , ia duduk di atas benteng yang berfungsi untuk menahan ombak . Disana terdapat batu-batu besar yang berfungsi untuk memecah ombak besar . Aku duduk pada jarak 100 m darinya . Aku memandanginya sambil melipat origami berbentuk hati .
            Aku melihat seorang kakek nelayan terjatuh akibat ikan yang dibawanya terlalu berat untuknya , pria itu pun melihatnya juga . Ia meninggalkan tasnya dimana ia duduk tadi dan menolong kakek itu . Diam-diam selagi ia menolong kakek itu aku menyimpan origami berbentuk hati yang tadi aku buat diatas tasnya , kemudian aku kembali ketempatku semula . Ia kembali dan melihat origami itu , ia mengambilnya dan membuka lipatan origami itu , aku menuliskan "200% L.O.V.E". Hah jantungku berdegup kencang . Ia tersenyum dan menoleh ke arahku , Oh my god what should i do ? Ia melambaikan tangannya kepadaku dengan tersenyum manis dan mengatakan “Hai” , aku pun membelas senyumannya dengan senyuman malu . Ia melangkahkan kakinya kearahku , aku menutup mataku karena malu , tanpa aku sadari ada seorang gadis yang berjalan melewatiku , ketika aku membuka mataku , ternyata pria itu telah menggenggam tangan gadis itu . It's 200% H.U.R.T.


Inspired by Akdong Musician - 200% MV

Tidak ada komentar:

Posting Komentar