Air hujan membasahi bumi
Menyisakan lapisan embun
Yang menutupi kaca jendela kamarku
Ku mencoba Menerawang langit kelabu
Menerobos dalam kegelapan
Membuka setiap memori
Dan terngiang akan namamu
Nama yang akan menjadi takdirku
Yang menutupi kaca jendela kamarku
Ku mencoba Menerawang langit kelabu
Menerobos dalam kegelapan
Membuka setiap memori
Dan terngiang akan namamu
Nama yang akan menjadi takdirku
Ku gerakan jari telunjukku
Mengukir namaku dan namamu
Diatas embun
Bernafaskan sebuah asa
bahwa kita akan bersama
Mengukir namaku dan namamu
Diatas embun
Bernafaskan sebuah asa
bahwa kita akan bersama
Tapi seketika itu sirna
Embun pun mencair
Menghapus semuanya
Tahukah kamu apa artinya ?
Itu pertanda bahwa takdir kita berbeda
Takdir kita tak dapat dipersatukan
Walau ku telah berharap dan berusaha
Tetap takdirmu bukan untukku
Itu pertanda bahwa takdir kita berbeda
Takdir kita tak dapat dipersatukan
Walau ku telah berharap dan berusaha
Tetap takdirmu bukan untukku
Karena...
Takdirmu untuknya
Dan takdirku melepasmu
Itulah puisi embun
Puisi ketulusan
Puisi ketulusan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar